Manusia dan Peradaban
A. Pengertian
Terdapat dua istilah yang saling berkaitan, yaitu kebudayaan dan peradaban. Mengenai kedua istilah ini mempunyai pengertian yang bertentangan menurut para ahli, antara lain:
1. Bieren de hann
• Peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan tekhnik.
• Kebudayaan adalah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih murni, yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan masyarakat.
2. Oswald Spengl
• Peradaban adalah kebudayaan yang sudah mati
• Kebudayaan adalah wujud dari seluruh kehidupan adat, industrial filsafat, dan sebagainya.
3. prof. Dr. Koentjoroningrat
• peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang halus dan indah.
B. Hakekat hidup manusia
Manusia dalam kehidupan memiliki tiga fungsi, yaitu:
1. sebagai makhluk Tuhan
2. sebagai makhluk individu
3. sebagai makhluk sosial dan budaya
C. Peradaban dan perubahan sosial
1. pengertian dan cakupan perubahan sosial
perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat, merujuk pada satu pengertian yang intinya, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam masyarakat atau dalam hubungan interaksi, yang meliputi aspek kehidupan.
2. teori dan bentuk perubahan
a. teori sebab akibat
teori ini didasarkan pada:
• analisis dialektis
• teori tunggal mengenai perubahan sosial
b. teori proses atau arah perubahan sosial
teori ini mempunyai dasar asumsi bahwa sejarah manusia ditandai adanya gejala pertumbuhan, dasar teori ini antara lain:
• teori evolusi unilinier
• teori multilinear
D. Teori-teori mengenai pembangunan, keterbelakangan, dan ketergantungan.
1. Teori Depedensi
Semua peristiwa sosial yang terjadi itu ada sebabnya, adanya teori ini yang menjadi titik tolak kehidupan ekonomi menyebabkan terjadinya keterbelakangan karena adanya penyerahan penghasilah ke daerah pusat.
2. Penyebab perubahan
Adanya introspeksi dan interaksi sosial, pola pikir, kualitas dan kuantitas masyarakat mendorong adanya perubahan sosial. Selain itu menurut Soerjono Soekanto penyebab perubahan sosial ini didasarkan pada:
a. fakator intern
b. faktor ekstern
3. keseimbangan
keseimbangan sosial merupakan situasi dimana segenap lembaga sosial berfungsi dan saling menunjang.
E. Modernisasi
1. konsep modernisasi
menurut para ahli modernisasi adalah perubahan yang disebabkan adanya penyesuaian yang mencari taraf hidup yang lebih baik.
2. syarat-syarat modernisasi
• keorganisasian
• adanya pendidikan
• administrasi memadahi
3. ciri-ciri modernisasi
• kebutuhan materi
• kemajuan tekhnologi
• memberi kemudahan
• ada teori baru
Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
A. Individu dan masyarakat
1. Manusia sebagai makhluk individu
Manusia sebagai makhluk individu apabila unsur-unsur tersebut tidak terbagi atau dapat dikatakan tetap berada dalam satu kesatuan yang utuh.
2. Manusia sebagai makhluk sosial
Manusia dikatakan makhluk sosial apabila kita tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan pertolongan dari orang lain. Menurut Mead, pengembangan diri manusia berlangsung beberapa tahap, yaitu:
• Play stage (bermain)
• Game stage (bertanding)
• Significant other (bersama orang dekat)
• Generalized other (bersama masyarakat secara umum)
Sedangkan agen-agen dari tahap-tahap tersebut meliputi:
• Keluarga
• Teman sebaya
• Sekolah
• Media masa
Manusia, nilai, moral dan hukum
A. Hakekat nilai moral dalam kehidupan manusia
1. Nilai moral sebagai materi pendidikan
Dalam bidang filsafat memunculkan salah satu cabang yang disebut aksiologi (nilai) yang kajian utamanya yaitu estetika (keindahan).
2. Nilai moral diantara pandangan objektif dan subjektif
Penilaian objektif berarti memandang nilai dan meskipun tanpa ada yang menilainya, bahkan nilai ada sebelum adanya penilai, sedangkan objektif berarti nilai yang datangnya tergantung pada subjek penilai.
3. Makna nilai bagi manusia
Pada intinya nilai itu penting bagi manusia, di luar pemahaman nilai ini dipandang mendorong manusia karena adanya ketertarikan dari luar, sehingga nilai dipandang sebagai kegiatan menilai iu sendiri.
B. Manusia dan hukum
Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan aturan yang disebut hukum. Sehingga hukum dianggap tuntutan yang berorientasi pada ketertiban, kedilan, keamanan. Dengan demikian hukum sebagai kaedah sosial tidak lepas dari niali yang ada dalam masyarakat.
C. Hubungan hukum dan moral
Walaupun diantara keduanya terdapat perbedaan, di mana perbedaan antara hukum dan moral, yakni:
• Hukum dibukukan secara sistematis (UU)
• Hukum mengatur manusia dalam batasan lahiriah, sedangkan moral menyangkut batin.
• Hukuman terhadap pelanggaran hukum bersifat memaksa, sedang terhadap moral tidak.
Manusia, Keragaman dan Kesederajatan
A. Makna keragaman dan kesederajatan
Keragaman adalah kondisi dimana di dalamnya terdapat berbagai perbedaan baik ras, agama, dan keyakinan, sedangkan kesederajatan adalah sama tingkatan (pangkat, kedudukan), dimana adanya perbedaan tetap berada pada satu tingkatan atau kedudukan yang sama.
B. Problematika diskriminasi
Diskriminasi adalah tindakan yang melakukan pembedaan terhadap individu atau kelompok karena status, kelas ekonomi, dan kondisi fisik. Faktor-faktor yang menyebabkan diskriminasi antara lain:
• Persaingan yang semakin ketat di berbagai bidang
• Adanya tekanan dari yang kuat pada yang lemah
• Ketidak berdayaan kaum miskin
Manusia, Sains, Tekhnologi dan Seni
A. Pengertian
1. Sains
Sain adalah ilmu pengetahuan yang teratur (sistematis) yang dapat diuji kebenarannya sesuai dengan realita.
2. Konsep tekhnologi
Tekhnologi merupakan keterampilan manusia menggunakan sumber daya alam untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Adapun tekhnologi ada tiga macam, yaitu:
• Tekhnologi modern
• Tekhnologi madya
• Tekhnologi tradisional
3. Seni
Seni merupakan keahlian membuat karya yang bermutu
B. Makna sain, teknologi dan seni bagi manusia
1. Perkembangan tekhnologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dapat mendatankan kemakmuran materi. Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru, kita dapat memperoleh hasil.
2. Iptek dan nilai
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi bergerak cepat, sehingga perlu ditanggapi dan diperisapkan dalam menghadapinya sesuia kebutuhan bangunan. Tekhnologi dapat membawa bencana, sebaliknya juga telah terbukti bahwa bagi mereka yang dapat memanfaatkannya, tekhnologi tersebut dapat menolong mereka dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3. Manusia sebagai subjek dan objek iptek
Dengan adanya kemajuan ilmu teknologi manusia dapat menciptakan perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahan. Dengan iptek tumbuhlah berbagai industri yang hasilnya dapat bermanfaat dalam berbagai bidang, antara lain:
• Dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan
• Dalam bidang kedoteran dan kesehatan
• Dalam bidang telekomunikasi
• Dalam bidang pertahanan dan keamanan
Manusia dan Lingkungan
A. Pengertian manusia dan lingkungan
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan-aturan Tuhan. Sedangkan lingkungan merupakan suatu media dimana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupan dan memiliki karakter serta fungsi yang khas.
B. Korelasi antara manusia dan lingkungan
Lingkungan hidup manusia: tempat manusia hidup, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan alam dan sosial budayanya.
C. Sumber alam
Sumber alam digolongkan menjadi dua bagian:
• Sumber alam yang dapat diperbarui (biotik)
• Sumber alam yang tidak dapat diperbarui (abiotik)
D. Iptek dan kelestarian hidup
Dampak perkembangan dan penerapan ilmu pengetahuan teknologi, serta perubahan sosial ekonomi terhadap masalah lingkungan hidup.
a. dampak positif bagi lingkungan:
b. dampak negatif bagi lingkungan
Dendi Tri Utama (dotzZ' blog)
To fulfill the task subjects Supervisor ISBD with Drs. Ana Maulana, M, Pd. STKIP GARUT
Cari Blog Ini
Rabu, 26 Januari 2011
Rabu, 24 November 2010
latent social problem
A sodcila problem is a condition that at least some people in community view as being undesireble. Everyone would agree about some social problems, such us murders and DWI tarffic deaths. Other social problem may be viewed as such by certain groups of people, Teenagers who play loud music in public park obviously do not view it as a problem, but some other people may consider it an undesirable social condition. Some nonsmoker view smoking as an undesirable social condition that should be banned oor restricted in public buildings.
Evry newspaper is filled with stories about undesirable social condition. Example include crime, violence,drugh abuse, and enviromental problems.such social problem can be found at the loca,sate, national and internatioanal levels.you will be focusing in the public polcy analyst on social problems in yourown community.
specific community locations
your own community consists of
- your school and your scholl distric;
- your village,town or city;
- your country.
The four examples of social problem above could posibly exisy in all of these communities.For example, there could be problem of increased stealling within your school or througout the scholl distri.Likewise,local police agencies-village.town, city and country-maintain statistic on crimes such as thefts wthin their jurisdiction.
specific community locations
your own community consists of
- your school and your scholl distric;
- your village,town or city;
- your country.
The four examples of social problem above could posibly exisy in all of these communities.For example, there could be problem of increased stealling within your school or througout the scholl distri.Likewise,local police agencies-village.town, city and country-maintain statistic on crimes such as thefts wthin their jurisdiction.
BASIC CONCEPTS OF HUMAN
HUMAN BEINGS AS BIOLOGY
Prophet Muhammad, God sent biologically confirmed that he like other human. "Say, I'm an ordinary man (Basyar) like you, only I was given the revelation, that the Lord your God is One." Thus, the word Basyar always be associated with biological characteristics of humans: eating, drinking, sex, and others.
HUMAN BEINGS AS THE ECONOMY
Every human being has needs that diverse. Every human being needs to eat and drink to stay alive. People need clothing to be able to get along well with other humans. Humans also need a home as shelter, education, health, entertainment, and other necessities are also needed in order to live more decent human being.
To meet all these needs, humans need the money. To get money, people have to work. After working and earning money, the money was then used to meet their needs. In addition, the money saved to the needs of the future. So, people always calculating in his life.
That is why human beings called economics (homo economicus), because people always think of the effort to meet their needs in accordance with economic principles.
To make ends meet, humans do various activities. Human activities in meeting or satisfying their needs must be in accordance with their capabilities. These activities demonstrate the economic status of human beings (homo economicus).
HUMAN BEINGS AS A SOCIAL
Social beings, or Homo Socialist is a creature who need a friend (socius) in meeting the needs of life and develop the abilities of
It has been for centuries the concept of humans as social beings that there is a focus on the powerful influence of society to the individual. Where has the elements of a biological imperative, which consists of:
1. The urge to eat
2. The urge to defend yourself
3. The drive to establish a kind
From the above illustrates how the individual stages in its development as a social being in which two individuals and is a component of mutual dependence and need. So that communication between people is determined by the role of humans as social beings.
In human development also have a social tendency to imitate in the sense of forming themselves with the view of a society that consists of:
1. acceptance of cultural forms, in which people receive renewal forms from outside so that the human self is formed of a knowledge.
2. energy savings where it is an act not to imitate too use a lot of human effort so that performance mnausia in society can be run effectively and efficiently.
In general desire to imitate that we see most clearly in the bond community, but also occur in the life of society at large. From the above description is unclear how the man himself requires an interaction or communication to establish himself malalui mimic the process. Thus, it is clear that the man himself has a concept as social beings.
That characterize human beings can be regarded as social beings is the existence of a form of social interaction within hubugannya with other social beings in question is the human one with another human. Broadly speaking, the personal factors that influence human interaction consists of three things:
• emotional pressure. This greatly affects how humans interact with each other.
• Low self-esteem. When a condition someone is in a degraded human condition then it will have a high desire to connect with other people because of the condition in which people need love saying that denigrated other people or moral support to form its original condition.
• Social isolation. People who are isolated should interact with people who disagree or sepemikiran in order to form a harmonious interaction.
CULTURE AS HUMAN BEINGS
The purpose of man as a creature Culture studied:
That enables students to understand the basic concepts of humans as cultural beings and an understanding of concepts which will serve as the basis of knowledge in considering and mensikapi various cultural problems that develop in society.
Humans as cultural beings:
• Ability to create goodness, truth, justice and responsibility.
• utilize reasonable budinya to create happiness both for themselves and for society for the sake of the perfection of his life
Through the study of cultural knowledge we want to create or enforce the law and processing of human values in an effort to humanize themselves in the natural environment both physically and mentally.
Human humanize himself and his environment means that human nature civilize, humanize life and improve human relations.
Assessing the cultural knowledge so that we can develop a personality and insightful thoughts.
By assessing cultural knowledge (humanities) we will make human homo humanus is impersonal:
1. Humane, that is the attitude that respects human dignity as a creature that has a high with all its rights (to be treated in accordance with human values / in accordance with nature as a creature of God)
2. Cultured, that behavior is guided by reason, so bring happiness for himself and his environment and not against the will of God
3. Smooth, namely refinement behave gentle deeds, good manners, courtesy, and civilized (moral).
Definition of Culture:
• E.B. Taylor: Culture is a complex whole which includes knowledge, kepecayaan, artistic, moral, scientific, legal, customs, and other capabilities and habits acquired by humans as members of society.
• R. Linton: Culture can be viewed as a configuration of learned behavior and the behavior of lakunyang studied, where the constituent elements are supported and continued by other community members.
• Koentjaraningrat: Culture is the whole system of ideas, actions and results of human work through the learning process.
• Selo Soemarjan and Soelaeman Soemardi: Culture is all the result, taste and creativity of society.
• Konjtoroningrat: Culture is the whole system of ideas, actions and results of human work in the framework of a society that's self-made man with learning.
Culture as the order of knowledge, experience, beliefs, values, attitudes, meanings, hierarchies, religion, time, the role of spatial relationships, the concept of the universe, material objects and property obtained by a large group of people from generation to generation through the efforts of individuals and groups.
With the results of human culture, then there was a pattern of life.The pattern of life is what causes life together and with the pattern of life may affect the way of thinking and social movements.
Through human culture to create goodness, truth, justice and responsible for the happiness and perfection of life.
With the proper functioning of her mind, cultural knowledge can be considered, addressing the problem of culture.
Being Culture
• JJ Honigmann (The World of Man, 1959) divides culture into three forms, namely:
1. IDE (idea), is the concept of the human mind into the cultural system so customs
2. ACTIVITY, namely the complex activity of interacting which later became a social system or pattern of activity. CULTURAL OBJECTS, as a result of activity
The cultural elements are: language, technology systems, livelihoods, soail organization, systems of knowledge, religion and art
3. Artifact
• Koentjaraningrat:
1. The complex of ideas, ideas, values, norms, and rules (the culture).
2. The complex pattern of activity and human action in society (social system).
3. The objects of human creation (material system).
Understanding creativity, intention, and taste
• Notices: human longing to know the secrets of everything that exists in his experience, both physically and spiritually.
• Karsa: the human desire to realize about "sangkan paran", from which man was there (sangkan) and where humans go back (paran).
• Flavor: the human yearning for beauty, giving rise to the urge to enjoy the beauty.
Explanation of pictures:
Because humans have a sense, humans create culture. Culture is created human beings in order to meet human needs in order to sustain life and to improve the welfare of his life,
In the process of development, there is deviation from the goal the creation of culture (ie welfare) what happened instead is a problem of culture that is all systems / spatial pattern of mental attitude of thinking, behavior patterns in various aspects of life that is not satisfactory for the citizens as a whole.
The problem of values can lead to social crises, such as "dehumanization" (Reducing the meaning of human values).
Cultural Issues deviations are all systems / the values of mental attitude, thinking patterns, behavior patterns in various aspects of life that is not satisfactory for the citizens as a whole. This has led to social crisis / dehumanization, namely the reduction of the meaning of one's humanity.
Dehumanization occurs as a result of changes in human attitudes as a result of the diversion goal of developing cultures.
To anticipate it, then humans must be introduced to the knowledge of culture and philosophy. Through a philosophy of human understanding of ethics, aesthetics and logic.
Prophet Muhammad, God sent biologically confirmed that he like other human. "Say, I'm an ordinary man (Basyar) like you, only I was given the revelation, that the Lord your God is One." Thus, the word Basyar always be associated with biological characteristics of humans: eating, drinking, sex, and others.
HUMAN BEINGS AS THE ECONOMY
Every human being has needs that diverse. Every human being needs to eat and drink to stay alive. People need clothing to be able to get along well with other humans. Humans also need a home as shelter, education, health, entertainment, and other necessities are also needed in order to live more decent human being.
To meet all these needs, humans need the money. To get money, people have to work. After working and earning money, the money was then used to meet their needs. In addition, the money saved to the needs of the future. So, people always calculating in his life.
That is why human beings called economics (homo economicus), because people always think of the effort to meet their needs in accordance with economic principles.
To make ends meet, humans do various activities. Human activities in meeting or satisfying their needs must be in accordance with their capabilities. These activities demonstrate the economic status of human beings (homo economicus).
HUMAN BEINGS AS A SOCIAL
Social beings, or Homo Socialist is a creature who need a friend (socius) in meeting the needs of life and develop the abilities of
It has been for centuries the concept of humans as social beings that there is a focus on the powerful influence of society to the individual. Where has the elements of a biological imperative, which consists of:
1. The urge to eat
2. The urge to defend yourself
3. The drive to establish a kind
From the above illustrates how the individual stages in its development as a social being in which two individuals and is a component of mutual dependence and need. So that communication between people is determined by the role of humans as social beings.
In human development also have a social tendency to imitate in the sense of forming themselves with the view of a society that consists of:
1. acceptance of cultural forms, in which people receive renewal forms from outside so that the human self is formed of a knowledge.
2. energy savings where it is an act not to imitate too use a lot of human effort so that performance mnausia in society can be run effectively and efficiently.
In general desire to imitate that we see most clearly in the bond community, but also occur in the life of society at large. From the above description is unclear how the man himself requires an interaction or communication to establish himself malalui mimic the process. Thus, it is clear that the man himself has a concept as social beings.
That characterize human beings can be regarded as social beings is the existence of a form of social interaction within hubugannya with other social beings in question is the human one with another human. Broadly speaking, the personal factors that influence human interaction consists of three things:
• emotional pressure. This greatly affects how humans interact with each other.
• Low self-esteem. When a condition someone is in a degraded human condition then it will have a high desire to connect with other people because of the condition in which people need love saying that denigrated other people or moral support to form its original condition.
• Social isolation. People who are isolated should interact with people who disagree or sepemikiran in order to form a harmonious interaction.
CULTURE AS HUMAN BEINGS
The purpose of man as a creature Culture studied:
That enables students to understand the basic concepts of humans as cultural beings and an understanding of concepts which will serve as the basis of knowledge in considering and mensikapi various cultural problems that develop in society.
Humans as cultural beings:
• Ability to create goodness, truth, justice and responsibility.
• utilize reasonable budinya to create happiness both for themselves and for society for the sake of the perfection of his life
Through the study of cultural knowledge we want to create or enforce the law and processing of human values in an effort to humanize themselves in the natural environment both physically and mentally.
Human humanize himself and his environment means that human nature civilize, humanize life and improve human relations.
Assessing the cultural knowledge so that we can develop a personality and insightful thoughts.
By assessing cultural knowledge (humanities) we will make human homo humanus is impersonal:
1. Humane, that is the attitude that respects human dignity as a creature that has a high with all its rights (to be treated in accordance with human values / in accordance with nature as a creature of God)
2. Cultured, that behavior is guided by reason, so bring happiness for himself and his environment and not against the will of God
3. Smooth, namely refinement behave gentle deeds, good manners, courtesy, and civilized (moral).
Definition of Culture:
• E.B. Taylor: Culture is a complex whole which includes knowledge, kepecayaan, artistic, moral, scientific, legal, customs, and other capabilities and habits acquired by humans as members of society.
• R. Linton: Culture can be viewed as a configuration of learned behavior and the behavior of lakunyang studied, where the constituent elements are supported and continued by other community members.
• Koentjaraningrat: Culture is the whole system of ideas, actions and results of human work through the learning process.
• Selo Soemarjan and Soelaeman Soemardi: Culture is all the result, taste and creativity of society.
• Konjtoroningrat: Culture is the whole system of ideas, actions and results of human work in the framework of a society that's self-made man with learning.
Culture as the order of knowledge, experience, beliefs, values, attitudes, meanings, hierarchies, religion, time, the role of spatial relationships, the concept of the universe, material objects and property obtained by a large group of people from generation to generation through the efforts of individuals and groups.
With the results of human culture, then there was a pattern of life.The pattern of life is what causes life together and with the pattern of life may affect the way of thinking and social movements.
Through human culture to create goodness, truth, justice and responsible for the happiness and perfection of life.
With the proper functioning of her mind, cultural knowledge can be considered, addressing the problem of culture.
Being Culture
• JJ Honigmann (The World of Man, 1959) divides culture into three forms, namely:
1. IDE (idea), is the concept of the human mind into the cultural system so customs
2. ACTIVITY, namely the complex activity of interacting which later became a social system or pattern of activity. CULTURAL OBJECTS, as a result of activity
The cultural elements are: language, technology systems, livelihoods, soail organization, systems of knowledge, religion and art
3. Artifact
• Koentjaraningrat:
1. The complex of ideas, ideas, values, norms, and rules (the culture).
2. The complex pattern of activity and human action in society (social system).
3. The objects of human creation (material system).
Understanding creativity, intention, and taste
• Notices: human longing to know the secrets of everything that exists in his experience, both physically and spiritually.
• Karsa: the human desire to realize about "sangkan paran", from which man was there (sangkan) and where humans go back (paran).
• Flavor: the human yearning for beauty, giving rise to the urge to enjoy the beauty.
Explanation of pictures:
Because humans have a sense, humans create culture. Culture is created human beings in order to meet human needs in order to sustain life and to improve the welfare of his life,
In the process of development, there is deviation from the goal the creation of culture (ie welfare) what happened instead is a problem of culture that is all systems / spatial pattern of mental attitude of thinking, behavior patterns in various aspects of life that is not satisfactory for the citizens as a whole.
The problem of values can lead to social crises, such as "dehumanization" (Reducing the meaning of human values).
Cultural Issues deviations are all systems / the values of mental attitude, thinking patterns, behavior patterns in various aspects of life that is not satisfactory for the citizens as a whole. This has led to social crisis / dehumanization, namely the reduction of the meaning of one's humanity.
Dehumanization occurs as a result of changes in human attitudes as a result of the diversion goal of developing cultures.
To anticipate it, then humans must be introduced to the knowledge of culture and philosophy. Through a philosophy of human understanding of ethics, aesthetics and logic.
Jumat, 22 Oktober 2010
stratifikasi sosial
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat)
== Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial ==
Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut.
==== Ukuran kekayaan ====
'''Kekayaan''' (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota [[masyarakat]] ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, barang siapa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
==== Ukuran kekuasaan dan wewenang ====
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang [[kaya]] dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.
==== Ukuran kehormatan ====
Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada [[masyarakat tradisional]], biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada [[masyarakat]], para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.
==== Ukuran ilmu pengetahuan ====
Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.
introduction to ilmu sosial dan budaya dasar
ILMU BUDAYA DASAR
PENDAHULUAN
Pembelajaran tentang Ilmu Budaya Dasar itu sangat perlu, supaya kelak bisa menjadi pribadi yang mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan serta adanya interelasi antara intelektual masing – masing pribadi lebih bersikap positif bagi pembangunan bangsa. Pembelajaran ini sangat bagus untuk diberikan di perguruan tinggi supaya mahasiswa dapat memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat mendalaminya kebih lanjut agar mahasiswa tersebut diharapkan dapat mendukung dan mengembangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif.
Latar belakang diberikannya mata kuliah Ilmu Budaya Dasar ini, selain melihat konteks budaya Indonesia, sesuai juga dengan program pendidikan di Perguruan Tinggi, dalam rangka menyempurnakan pembentukan sarjana.
Latar belakang IBD dalam konteks budaya, Negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :
1.Kenyataan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa multikulturalisme yang tercermin tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan, dan kedaerahan.
2.Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan continue menimbulkan dampak positif dan negative berupa terjadinya perubahan dan pergeseran system nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusia pun terkena pengaruhnya.Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini ialah timbulnya konflig dalam kehidupan.
3.Kemajuan IPTEK menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menmbulkan konflik, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya.Hal ini merupakan sikap embivalen teknologi, yang disamping memberikan segi positif juga memberikan segi negative.
Pembelajaran tentang Ilmu Budaya Dasar itu sangat perlu, supaya kelak bisa menjadi pribadi yang mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan serta adanya interelasi antara intelektual masing – masing pribadi lebih bersikap positif bagi pembangunan bangsa. Pembelajaran ini sangat bagus untuk diberikan di perguruan tinggi supaya mahasiswa dapat memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat mendalaminya kebih lanjut agar mahasiswa tersebut diharapkan dapat mendukung dan mengembangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif.
Latar belakang diberikannya mata kuliah Ilmu Budaya Dasar ini, selain melihat konteks budaya Indonesia, sesuai juga dengan program pendidikan di Perguruan Tinggi, dalam rangka menyempurnakan pembentukan sarjana.
Latar belakang IBD dalam konteks budaya, Negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :
1.Kenyataan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa multikulturalisme yang tercermin tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan, dan kedaerahan.
2.Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan continue menimbulkan dampak positif dan negative berupa terjadinya perubahan dan pergeseran system nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusia pun terkena pengaruhnya.Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini ialah timbulnya konflig dalam kehidupan.
3.Kemajuan IPTEK menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menmbulkan konflik, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya.Hal ini merupakan sikap embivalen teknologi, yang disamping memberikan segi positif juga memberikan segi negative.
ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI BAGIAN DARI MATA KULIAH DASAR UMUM
Secara khusus Mkata Kuliah Dasar Umum bertujuan untuk menghasilkan warga Negara sarjana berkualifikasi sebagai berikut :
1.Berjiwa pancasila
2.Taqwa kepada tuhan yang maha esa.
3.Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral baik dalam kehidupan social, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun hankam.
4.Memiliki wawasan luas tentang kehidupan bermasyarakat.
Jadi, pendidikan umum yang menitik beratkan pada usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa yang bertujuan untuk menopang keahlian mahasiswa dalam disiplin ilmunya.sedangkan pendidikan keahlian bertujuan untuk mengembangkan keahlian mahasiswa dalam bidang disiplin ilmunya.
Secara khusus Mkata Kuliah Dasar Umum bertujuan untuk menghasilkan warga Negara sarjana berkualifikasi sebagai berikut :
1.Berjiwa pancasila
2.Taqwa kepada tuhan yang maha esa.
3.Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral baik dalam kehidupan social, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun hankam.
4.Memiliki wawasan luas tentang kehidupan bermasyarakat.
Jadi, pendidikan umum yang menitik beratkan pada usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa yang bertujuan untuk menopang keahlian mahasiswa dalam disiplin ilmunya.sedangkan pendidikan keahlian bertujuan untuk mengembangkan keahlian mahasiswa dalam bidang disiplin ilmunya.
PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Isecara sederhana pengertian dari Ilmu Budaya Dasar dapat didefinisikan sebagai pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diharapkan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus serta ddiharapkan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Jadi dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu:
1.Ilmu – ilmu Alamiah ( Natural Science )
lmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah
2.lmu-ilmu sosial ( social scince )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
3. Pengetahuan Budaya ( The Humanities )
Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Isecara sederhana pengertian dari Ilmu Budaya Dasar dapat didefinisikan sebagai pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diharapkan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus serta ddiharapkan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Jadi dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu:
1.Ilmu – ilmu Alamiah ( Natural Science )
lmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah
2.lmu-ilmu sosial ( social scince )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
3. Pengetahuan Budaya ( The Humanities )
Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya daar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, akan tetapi pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.
Ilmu budaya daar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, akan tetapi pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.
TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu budaya dasar sebagai salah satu usaha mengambangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat:
1.Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2.Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4.Menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
Ilmu budaya dasar sebagai salah satu usaha mengambangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat:
1.Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2.Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4.Menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Dengan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, kedua masalah tersebut ialah :
1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaandan budaya yang dapat di dekati dengan pengetahuan budaya ( The Humanities )
2.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Seperti yang sudah dijelaskan pada pernyataan diatas, manusia ternyata bukan sebagai subjek melainkan sebagai objek pengkajian. Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
1.Manuasia dan Kebudayaan
2.Manusia dan Cinta Kasih
3.Manusia dan Keindahan
4.Manusia dan Penderitaan
5.Manusia dan Keadilan
6.Manusia dan Pandangan Hidup
7.Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian
8.Manusia dan Kegelisahan
9.Manusia dan Harapan
Dengan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, kedua masalah tersebut ialah :
1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaandan budaya yang dapat di dekati dengan pengetahuan budaya ( The Humanities )
2.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Seperti yang sudah dijelaskan pada pernyataan diatas, manusia ternyata bukan sebagai subjek melainkan sebagai objek pengkajian. Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
1.Manuasia dan Kebudayaan
2.Manusia dan Cinta Kasih
3.Manusia dan Keindahan
4.Manusia dan Penderitaan
5.Manusia dan Keadilan
6.Manusia dan Pandangan Hidup
7.Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian
8.Manusia dan Kegelisahan
9.Manusia dan Harapan
1. MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
A. MANUSIA
Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), dalam ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu setiap kegiatan, atau sering disebut homo economicus(ilmu ekonomi).
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tntang unsur-unsur yang membangun manusia:
1) Manusia itu terdiri dari empat unsur yang paling terkait, yaitu :
a. Jasad : badan atau fisik manusia yang nampak pada luarnya.
B. Hayat : mangandung unsur hidup.
C. Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan.
D. Nafs : kesadaran diri
2) Manusia sebagai satu kepribadin mengandung tiga unsure, yaitu :
a. Id : struktur kepribadian yang paling tidak nampak
b. Ego : penghubung antara jaringan Id ke dalam saluran sosial.
c. Superego : kesatuan standar moral yang diterima oleh ego di dalam lingkungan diri.
B. HAKEKAT MANUSIA
Hakekat dari manusia adalah :
a. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
b. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Perasaan rohani yang terdapat pada manusia antara lain :
- Perasaan Intelektualitas
- Perasaan estetis
- Perasaan etis
- Perasaan diri
- Perasaan sosial
- Perasaan religius
c. Makhluk biokultural yaitu makhluk hayati dan budayawi.
d. Makhluk ciptaan tuhan yang terkait dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
C. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan dikaji dari bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata coler, yang berarti mengolah tanah.. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran)manusia dengan tujuan untuk mengubah tanah atau tempat tinggalnya.
Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan oleh adanya kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.
Seorang antropolog yaitu E.B.Tylor (1781) mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut :
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan bahwa kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Sutan Takdir Alisyahbanamengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi cara berpikir.
Kontjaraningratmengatakan bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannua dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budaya pekertinya.
A.L Krober dan C.Kluckhon, mengatakan bahwa Kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusiadalam arti seluas-luasnya.
C.A.Van Peursenmengatakan bahwa kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.
Kroeber dan Klukhonmendefinisikan kebudayaan terdiri atas berbagi pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan trutama diturubkan oleh symbol-simbol yang menyusun pencapaiannya scara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai.
Menurut Melville J. Herkovits, bahwa hanya ada empat unsur dalam kebudayaan, yaitu alat-alat teknologi system ekonomi, keluarga, dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowskimengatakan bahwa unsure-unsur itu terdiri atas norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan, dan organisasi kekuatan.
Dalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture, C.Kluckhohnmengemukakan bahwa ada tujuh unsure kebudayaan universal, yaitu :
- Sistem religi (system kepercayaan).
- Sistem organisasi kemasyarakatan.
- Sistem pengetahuan
- Sistem mata pencaharian dan system-sistem ekonomi.
- Sistem teknologi dan peralatan
- Bahasa
- Kesenian.
D. WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :
- Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia (abstrak).
- kompleks aktivitas (konkret).
- Wujud sebagai benda
E. ORIENTASI NILAI BUDAYA
Menurut C.Kluckhohn dalam karyanya Variation in Value Orientation (1961) system nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
- Hakekat hidup manusia
- Hakekat karya manusia
- Hakekat waktu manusia
- Hakekat alam manusia
- Hakekat hubungan manusia
F. PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kenudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
- Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
- Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan berbeda. Dalam perubahan sosial terjadi perubahan struktur sosial dan pola-pola hubungan sosial, antara lain, system politik dan kekuasaan, persebaran penduduk, system status, hubungan-hubungan di dalam keluarga.
Sedangkan perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun diterima, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut. Beberapa masalah yang menyangkut proses tadi adalah :
A. Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima,
B. Unsur-unsur kebudayaan asing mankah yang sulit diterima,
C. Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur baru,
D. Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut,
Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur baru diantaranya :
- Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebuadayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama, dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.
4. Suatu unsur kebudayaan jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan baru tersebut.
5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
- MANUSIA DAN CINTA KASIH
A. CINTA KASIH
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarmira, cinta adalah rasa sangat suka kepada atau rasa sayang (kepada). Sedangkan kasih artinya adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh rasa belas kasihan. Sehingga dengan demikian Kasih sayang dapat diartikan sebagai perasaan suka ( sayang) kepada seseorang yang disertai menaruh belas kasihan.
Pengertian tentang cinta yang dikemukakan oleh Dr. Sarlito W. Sarwono memiliki 3 unsur yaitu :
- Keterikatanyaitu adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang kecuali dia.
- Keintimankebiasaan atau tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
- Kemesraanrasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan – ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.
B. KASIH SAYANG
Makna dari kasih sayang adalah perasaan sayang cinta atau perasaan suka terhadap seseorang.
C. PEMUJAAN
Sedangkan makna dari pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta kepada Tuhannya yang diwijudkan dalam bentuk komunikasi ritual.
D. BELAS KASIHAN
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta yaitu :
- Cinta Agape
Ialah cinta manusia kepada Tuhan
- Cinta PhiliaAdalah cinta kepada ibu dan bapak ( orang tua ) dan saudara
- Cinta ErrosAdalah cinta antara wanita dan pria.
- MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita, dan kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra yang artinya menahan atau menanggung. Sedangkan derita artinya adalah menanggung atau merasakan suatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan ini dapat berupa penderitaan lahir maupun batin.
B. SIKSAAN
Makna siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Siksaan yang bersifat psikis bisa berupa :
- kebimbangan
- Kesepian
- Ketakutan.
Sebab – sebab seseorang mengalami ketakutan yaitu :
- claustrophobia dan agarophobia
- gamang
- ketakutan
- keakitan
- kegagalan
E. KEKALUTAN MENTAL
Secara sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
- nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak nafas, demam, nyeri pada lambung
- nampak pada kejiwaan dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Dan sebab – sebab timbulnya kekalutan mental adalah sebagai berikut :
- kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
- terjadi konflik sosial budaya
- Cara pematangan batin salah dengan memberi reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Ketakutan mental yang dialami seseorang dapat mendorong ke arah positif maupun negatif. Positing seperti trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebagai usaha agar tetap survey dalam hidup. Sedankan yang berdampak negatif yaitu trauma yang dialami seseorang diperlarut sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekakan batin akibat ketidaktercapaian apa yang diinginkan. Bentuk frustasi antara lain :
- Agresiberupa kemarahan yang melupa luap akibat emosi yang tak terkendali secara fisik.
- Regresiadalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak – kanakan
- Fikasiadalah peletakan pembatasan pada suatu pola yang sama (tetap) misalnya membisu
- Proyeksimerupakan usaha atau memproyeksikan kelemahan dan sikap – sikan sendiri yang negative kepada orang lain.
- Identifikasiadalah menyamakan diri sendiri dengan seseorang yang sudah sukses salam imaginasinya.
- Narsismeadalah self love berlebihan sehingga yang bersangkutan mesara dirinya superior daripada orang lain.
- Autismeadalah menutup diri secara total dari dunia riil, tidaj mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yang sapat menjurus ke sifat sinting.
Sabtu, 16 Oktober 2010
konsep general education
KONSEP GENERAL EDUCATION
Dalam kehidupan masyarakat modern ketergantungan hidup terhadap produk teknologi terutama teknologi informasi. Kemajuan iptek di era globalisasi (kehidupan tanpa tapal batas), menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan spesialisasi. Hal ini berpengaruh pada pola fikir, pola hidup dan perilaku. Teknologi disatu sisi membantu aktivitas hidup masyarakat, di sisi lain menjadikan sikap mental masyarakat malas, karena dibuai berbagai kemudahan. Kehidupan di zaman modern seolah-olah tidak akan dapat bertahan hidup tanpa bantuan produk teknologi, hal ini memaksa kehidupan menjadi konsumtif. Pada saatnya akan menggusur nilai-nilai kemanusiaan yaitu kemandirian dalam mengatasi persoalan hidupnya. Nilai-nilai kemandirian sangat dibutuhkan karena didalamnya ada unsur kreatifitas dan efisiensi. Situasi yang dilematis, perkembangan kehidupan modern biaya hidup menjadi tinggi, namun tidak mengikuti perkembangan jauh ketinggalan, ini merupakan problematika kehidupan modern.Untuk mengantisipasi dampak negatif kemajuan iptek dan lajunya arus globalisasi yang cepat, perlu menyadari untuk segera membekali peserta didik dengan kemampuan dasar diantaranya nilai-nilai kemandirian. Secara filosofis kemampuan tersebut berupa kemampuan dalam memahami, memaknai dan mengamalkan nilai-nilai esensial yang ada pada dirinya baik sebagai individu, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga Negara maupun sebagai bagian dari alam.
Abad 20 di Amerika dan Eropa, hasil analisis mereka berkesimpulan bahwa sistem pendidikan modern telah menghasilkan para saintis dan teknokrat yang handal tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas kepribadian. Menurut Philip H. Phenix (1964:6), untuk menghasilkan para lulusan yang memiliki kompetensi kepribadian dan keahlian yang matang diperlukan pemahaman dan pengalaman enam pola makna esensial bagi segenap mahasiswa yaitu ;
a) Makna symbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung
b) Makna empirics, yaitu kemampuan untuk memaknai benda-benda melalui proses penjelajahan dan penyelidikan empiris
c) Makna esthetics, yaitu kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam
d) Makna ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk
e) Makna synoetics, yakni kemampuan berfikir logis, rasional sehingga dapat memaknai benar dan salah
f) Makna synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat
Keenam pola makna di atas dikemas dalam bentuk General Education (Pendidikan Umum)
Philip H. Phenix (1963:8) merumuskan tujuan pendidikan umum :
A complete person should be skilled in the use of speech, symbol and gesture, factually well informed, capale of creating and apresiating object of esthetic significance, endowed with a rich and disciplined life in relation to self and others, able to make wise decision and to judge between right and wrong and possed of an integral out look. Artinya manusia yang memiliki kemampuan dalam menggunakan kata-kata, symbol, isyarat, dapat menerima informasi factual, dapat melakukan dan mengapresiasi objek-objek seni, memiliki kemampuan dan disiplin hidup dalam hubungan dengan dirinya maupun orang lain, cakap dalam mengambil keputusan yang bijaksana, dapat mempertimbangkan antara yang benar dan yang salah serta memiliki pandangan yang integral. Wolfgang Klafki (1968:20) : general education merupakan bidang studi yang komprehensif karena mendidik kepala, hati dan tangan. Secara terintegrasi. Sasaran yang disentuh dalam general education adalah tiga potensi utama manusia yaitu : akal, hati dan tingkah lakunya.
Di Amerika dan Inggris, konsep general education diakui sebagai sebuah program studi yaitu program pendidikan yang mengembangkan seluruh aspek kepribadian dalam rangka menciptakan masyarakat yang berbudaya, demokratis dan perduli terhadap lingkungannya baik lingkungan alam maupun lingkungan sosialnya. Laporan lima puluh tahunan dari Nation Society for the study of education tahun 1958, program studi general education di Amerika, dilatarbelakangi oleh empat hal, yaitu :
1. Sebagai reaksi masyarakat terhadap spesialisasi keilmuan yang berlebihan, dimana para spesialis telah mendewakan hasil-hasil temuannya yang menakjubkan, sementara mereka lupa pada nilai-nilai esensial kemanusiaannya.
2. Sebagai reaksi terhadap kepincangan penguasaan minat-minat khusus dengan perolehan peradaban yang lebih luas
3. Sebagai reaksi terhadap pengkotak-kotakan kurikulum dan pecahnya pengalaman belajar siswa
4. Sebagai reaksi terhadap formalism dalam pendidikan liberal
artikel ini di bersumber dari isbd'blog (drs. ana maulana mpd)
kemampuan mahasiswa
Tiga Jenis Kemampuan Yang diharapkan dari seorang Sarjana
memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian indonesia, memahami & mengenal nilai-nilai agama, kemasyarakatan dan kenegaraan
2. KEMAMPUAN AKADEMIK,
kemampuan komunikasi ilmiah, lisan & tulisan, berfikir logis , kritis, sistematik analitik (rasional, empiris, general (umum), sistematis, metodologis, akumulatif
3. KEMAMPUAN PROFESIONAL;
memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya
Langganan:
Komentar (Atom)
